Walaupun Berkaki Satu, Bapak Ini Dapat Meraih Ratusan Juta Berkat Tisu! Caranya?

Tak Malu Berkaki Satu, Bapak Ini Raih Ratusan Juta Berkat Tisu
Bapak berkaki satu yang berjalan setiap pagi hingga malam untuk bertahan hidup ©Stomp

Jangan pernah menyerah, inilah yang harus kamu pelajari dari keteguhan hidup seorang pria yang bernama Mohamad Isa Saat. Pria yang lahir dan besar di Singapura ini tidak seperti dugaanmu. Sebab, di negara yang kita pandang makmur itu nyatanya juga masih ada masyarakatnya yang bekerja keras mengais rezeki dari bawah.
Pria yang sebenarnya harus beristirahat dengan kondisi fisiknya itu pun tidak pernah menyerah sedikit pun. Bahkan, ketika ia harus kehilangan salah satu kakinya dan pekerjaannya. Ia pun juga kembali bangkit meski di perjalanannya sang istri malah menceraikannya pada tahun 2009 silam.
Untungnya saja, saat itu kedua anak pria ini sudah besar dan berumah tangga sendiri-sendiri. Sehingga, bebannya tidak seberapa besar dirasakan. Dalam keadaan terpuruk, sendirian dan tidak ada yang membantu. Mohammad pun sempat hidup berpindah-pindah sampai akhirnya ia hanya mampu menyewa rusun sederhana hingga saat ini, seperti dilansir melalui Stomp.
Setiap hari ia berkeliling dan berjalan di kawasan Bedok, Singapura untuk berjualan tisu ©Stomp
Setiap hari ia berkeliling dan berjalan di kawasan Bedok, Singapura untuk berjualan tisu ©Stomp
Susah, sedih bahkan ingin mengakhiri hidup? Mungkin saja sempat terlintas di pikirannya. Akan tetapi, tak sekali pun ia berani melakukannya sehingga yang ia bisa lakukan hanyalah bangkit dan menjual tisu. Hah... tisu? Yap, tisu yang biasa kamu gunakan untuk mengelap berbagai hal itu. Pria yang kini berusia 63 tahun itu pun mulai menjualnya dari jalan satu ke yang lain di kawasan Bedok.
Ia pun memulai upayanya itu dengan mengurus lisensi sebagai pedagang asongan di jalanan Singapura. Kemudian, ia pun mulai berjualan dengan modal sekitar 4.90 dolar Amerika (sekitar Rp 65 ribu) untuk 72 pak. Sebenarnya sih, ia sendiri memberi tarif sekitar 1 dolar Amerika (sekitar Rp 13 ribu) untuk per paknya.
Tak menyerah meski berkaki satu dan hidup sendirian ©Stomp
Tak menyerah meski berkaki satu dan hidup sendirian ©Stomp
Namun, beberapa orang pun memberinya uang lebih. Sehingga, ia pun semakin semangat berjalan sejak pagi hingga menjelang malam dengan penghasilan yang bisa ia peroleh sekarang sebesar 8 ribu dolar Amerika (sekitar Rp 106 juta) per bulan. Wah, sebuah penghasilan yang sangat besar bagi orang yang menjual tisu di jalanan kan? Tapi, bagaimana pun juga semua itu tak sebanding juga kok dengan pengalaman yang ia lalui. Bagaimana menurutmu? 
via: http://plus.kapanlagi.com/

Suka dengan ini?
|

loading...